Pengertian Resiko, Return Aset Tunggal Dan Portofolio

  • Pengertian Return dan Resiko

Return merupakan salah satu faktor yang memotivasi investor berinvestasi dan juga merupakan imbalan atas keberanian investor menanggung resiko atas investasi yang dilakukannya.

Perhitungan bisnis 001Sumber – sumber return investasi terdiri dari dua komponen utama, yaitu

  1. Yield : Yield merupakan komponen return yang mencerminkan aliran kas atau pendapatan yang diperoleh secara periodik dari suatu investasi.
  2. Capital gain : Merupakan kenaikan (penurunan) harga suatu surat berharga (bisa saham maupun surat utang jangka panjang), yang bisa memberikan keuntungan/kerugian bagi investor. Capital gain (loss) bisa juga diartikan sebagai perubahan harga sekuritas.

Dari kedua sumber return diatas, maka kita bisa menghitung return total suatu investasi dengan menjumlahkan yield dan capital gain yang diperoleh dari suatu investasi. Yield hanya akan berupa angka nol dan positif, sedangkan capital gain bisa berupa angka minus, nol, dan positif.

Secara matematis return total suatu investasi bisa dituliskan sebagai berikut :

Return total  = yield + capital gain

Disamping memperhitungkan return, investor juga perlu mempertimbangkan tingkat risiko suatu investasi sebagai dasar pembuatan keputusan investasi.

Risiko merupakan kemungkinan perbedaan antara return aktual yang diterima dengan return yang diharapkan.

Semakin besar kemungkinan perbedaannya, berarti semakin besar risiko investasi tersebut.

Ada beberapa sumber risiko yang bisa mempengaruhi besarnya risiko suatu investasi. Sumber – sumber tersebut antara lain :

  • Risiko Suku Bunga

Perubahan suku bunga bisa mempengaruhi variabilitas return suatu investasi. Perubahan suku bunga akan mempengaruhi harga saham secara terbalik, cateris paribus. Artinya, jika suku bunga meningkat, maka harga saham akan turun. Demikian pula sebaliknya, jika suku bunga turun, harga saham naik.

  • Risiko pasar

Fluktuasi pasar secara keseluruhan yang mempengaruhi variabilitas return suatu investasi disebut sebagai risiko pasar. Fluktuasi pasar biasanya ditunjukkan oleh berubahnya indeks pasar saham secara keseluruhan. Perubahan pasar dipengaruhi oleh banyak faktor seperti munculnya resesi ekonomi, kerusuhan, ataupun perubahan politik.

  • Risiko inflasi

Inflasi yang meningkat akan mengurangi kekuatan daya beli rupiah yang telah diinvestasikan. Oleh karenanya, risiko inflasi juga disebut sebagai risiko daya beli. Jika inflasi mengalami peningkatan, investor biasanya menuntut tambahan premium inflasi untuk mengkompensasi penurunan daya beli yang dialaminya.

Risiko Bisnis

Risiko dalam menjalankan bisnis dalam suatu jenis industri disebut sebagai risiko bisnis.

  • Risiko Finansial

Risiko ini berkaitan dengan keputusan perusahaan untuk menggunakan utang dalam pembiayaan modalnya. Semakin besar proporsi utang yang digunakan perusahaan, semakin besar risiko finansial yang dihadapi perusahaan.

  • Risiko Likuiditas

Risiko ini berkaitan dengan kecepatan suatu sekuritas yang diterbitkan perusahaan bisa diperdagangkan di pasar sekunder. Semakin cepat suatu sekuritas diperdagangkan, semakin likuid sekuritas tersebut, demikian sebaliknya.

  • Risiko Nilai Tukar Mata Uang

Risiko ini berkaitan deengan fluktuasi  nilai tukar mata uang domestik dengan nilai mata uang negara lainnya.

  • Risiko Negara

Risiko ini juga disebut sebagai risiko politik, karena sangat berkaitan dengan kondisi perpolitikan suatu negara.

  • Estimasi Return dan Risiko Sekuritas

Return investasi hanya bisa diperkirakan melalui pengestimasian. Return investasi di masa datang adalah return yang diharapkan dan sangat mungkin berlainan dengan return aktual yang diterima.

Disamping mengestimasi return yang diharapkan dari suatu sekuritas, kita juga perlu menghitung berapa besarnya risiko yang terkait dengan investasi pada sekuritas bersangkutan. Secara matematis, rumus untuk menghitung return yang diharapkan dari suatu sekuritas dituliskan dalam persamaan berikut :

E(R) = ipri

Dimana :          E (R)   = Return yang diharapkan dari suatu sekuritas

Ri           = Return ke – I yang mungkin terjadi

pri        = Probanilitas kejadian return ke-i

n          = banyaknya return yang mungkin  terjadi

Disamping cara perhitungan diatas, perhitungan return juga bisa dilakukan dengan dua cara lainnya yang dikenal sebagai perhitungan rata – rata aritmatik.dan rata – rata geomatrik. Kedua metode perhitungan itu sesuai untuk menghitung suatu rangkaian aliran return dalam suatu periode tertentu.

  • Menghitung Risiko

Investor harus mampu menghitung risiko dari suatu investasi. Untuk menghitung besarnya risiko total yang dikaitkan dengan return yang diharapkan dari suatu investasi, bisa kita lakukan dengan menghitung varians dan standar deviasi return investasi yang bersangkutan.

Untuk menghitung varians maupun standar deviasi, kita harus menghitung terlebih dahulu distribusi return yang diharapkan dengan menggunakan persamaan :

Varians return = σ2 = [Ri– E(R)]2pri

Dan

Standar Deviasi = σ = (σ2)1/2

Dmana             :           σ2         =  Varians return

σ          =  Standar deviasi

E(R)    =  Return yang diharapkan dari suatu sekuritas

Ri         = Return ke-I yang mungkin terjadi

pri        = Probabilitas kejadian return ke-i

Dalam pengukuran risiko sekuritas kita juga perlu menghitung risiko relatif sekuritas tersebut. Risiko relatif ini menunjukkan risiko per unit return yang diharapkan. Ukuran risiko relatif yang bisa dipakai adalah koefisien variasi. Rumus untuk menghitung koefisien variasi adalah :

Koefisien variasi  =    Standar Deviasi Return

Return yang Diharapkan

  • Analisis Risiko Portofolio

Dalam memahami konsep risiko portofolio, kita bisa mengasumsikan bahwa return sekuritas yang ada dalam portofolio tidak saling mempengaruhi satu dengan lainnya, sehingga risiko poortofolio bisa diestimasi dengan mengukur varians portofolio dengan rumes sebagai berikut :

σp =     σi

                n1/2

Dalam konteks manajemen portofolio, semakin banyak jumlah saham yang dimasukkan dalam portofolio, semakin besar manfaat pengurangan risiko. Manfaat pengurangan risiko portofolio akan mencapai titik puncaknya pada saat portofolio terdiri ndari sekian jenis saham, dan setelah itu manfaat pengurangan risiko portofolio tidak akan terasa lagi.

  • Diversifikasi

Untuk menurunkan risiko portofolio, investor perlu melakukan diversifikasi. Diversifikasi dalam pernyataan ini bermakna bahwa investor perlu membentuk portofolio sedemikian rupa hingga risiko dapat diminimalkan tanpa mengurangi return yang diharapkan.

Prinsip – prinsip diversifikasi ada dua yaitu :

  1. 1.      Diversifikasi Random

Diversifikasi random terjadi ketika investor menginvestasikan dananya secara acak pada berbagai jenis saham yang berbeda atau berbagai jenis aset yang berbeda dan berharap bahwa varians return sebagai ukuran risiko portofolio tersebut akan bisa diturunkan. Dalam hal ini, investor memilih aset – aset yang akan dimasukkan ke dalam portofolio tanpa terlalu memperhatikan karakteristik aset – aset bersangkutan. Dalam diversifikasi random, semakin banyak jenis aset yang dimasukkan dalam portofolio, semakin besar manfaat pengurangan risiko yang akan diperoleh.

  1. 2.      Diversifikasi Markowitz

Untuk memperoleh manfaat pengurangan risiko yang lebih optimal dari diversifikasi, tentunya kita tidak bisa mengabaikan begitu saja informasi – informasi penting tentang karakteristik aset – aset yang dimasukkan dalam portofolio. Dengan memperhitungkan karakteristik industri suatu aset, kita akan menjadi lebih selektif dalam memilih aset – aset yang mampu memberikan manfaat diversifikasi yang paling optimal.

Kontibusi penting dari ajaran Markowitz adalah bahwa risiko portofolio tidak boleh dihitung dari penjumlahan semua risiko aset – aset yang ada dalam portofolio, tetapi harus dihitung dari kontribusi risiko aset tersebut terhadap risiko portofolio, atau diistilahkan dengan kovarians. Tetapi, sebelum membahas lebih jauh tentang kovarians, terlebih dahulu akan dibahas ukuran statistik koefisien korelasi

Koefisien Korelasi

Adalah suatu ukuran statistik yang menunjukkan pergerakan bersamaan relatif antara dua variabel.

Ada beberapa hal yang berkaitan dengan penggunaan ukuran koefisien korelasi dalam konsep diversifikasi, yaitu :

  1. Penggabungan dua sekuritas yang berkorelasi positif sempurna tidak akan memberikan manfaat pengurangan risiko. Risiko portofolio yang diharapkan dari penggabungan ini hanya merupakan rata – rata tertimbang dari risiko individual sekuritas yang ada dalam portofolio.
  2. Penggabungan dua sekuritas yang berkorelasi nol, akan mengurangi risiko portofolio Secara signifikan. Semakin banyak jumlah saham yang tidak berkorelasi dimasukkan dalam portofolio, semakin besar menfaat pengurangan risiko yang diperoleh.
  3. Penggabungan dua buah sekuritas yang berkorelasi negatef sempurna, akan menghilangkan risiko kedua sekuritas tersebut.

Kovarians

Adalah ukuran absolut yang menunjukkan sejauhmana dua variabel mempunyai kecenderungan untuk bergerak secara bersama – sama. Kovarians menunjukkan sejauhmana return dari dua sekuritas mempunyai kecenderungan bergerak bersama – sama.

  • Estimasi Return dan Risiko Portofolio

Mengestimasi return dan risiko portofolio berarti menghitung return yang diharapkan dan risiko suatu kumpulan aset individual yang dikombinasikan dalam suatu portofolio aset.

  • Menghitung Return yang Diharapkan dari Portofolio

Return yang diharapkan dari suatu portofolio bisa diestimasi dengan menghitung rata – rata tertimbang dari return yang diharapkan dari masing – masing aset individual yang ada dalam portofolio.

Rumus untuk menghitung return yang diharapkan dari portofolio adalah sebagai berikut Dimana :

E(Rp)   = Return yang diharapkan dari portofolio

E(Rp) = iE(Ri)             Wi = Bobot portofolio sekuritas

E(Ri)   = Return yang diharapkan dari sekuritas ke-i

pengertian return, risiko total, risiko portofolio, resiko dan return, pengertian risiko relatif sekuritas, pengertian return dan risiko, risiko dan return
Pengertian Resiko, Return Aset Tunggal Dan Portofolio | toserba | 4.5